BONTANG,kolomnews–
Pemkot Bontang luncurkan program NGALIR (Ngaji Lancar Ilmu Bersinar) yang digagas Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kota Bontang, Senin, 14 September 2026 di Auditorium 3D, Bontang Utara.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota Bontang yang disampaikan Wawali Agus Haris menegaskan, bahwa pendidikan agama dan pembentukan karakter merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban kota sekaligus mewujudkan generasi yang berakhlak mulia.
Karena itu, penguatan literasi keagamaan, khususnya kemampuan membaca Al-Qur’an, dinilai perlu mendapat perhatian dan dilakukan secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama Kementerian Agama pada November 2025, kemampuan membaca Al-Qur’an guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat dasar secara nasional masih membutuhkan penguatan.
Di Kota Bontang sendiri,ada sekitar 85 persen siswa SD telah berada pada level madya dan mahir, sedangkan 15 persen lainnya masih berada pada level dasar dan membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
Pada kesempatan tersebut, turut dilakukan demonstrasi pembacaan Al-Qur’an oleh sejumlah siswa dan siswi sekolah dasar. Peserta demonstrasi merupakan sampel yang berasal dari dua SD Negeri dan tiga SD Swasta di Kota Bontang.
Kegiatan ini menjadi gambaran kemampuan literasi Al-Qur’an siswa sekaligus bagian dari rangkaian peluncuran Program NGALIR.
Ketua KKG PAI Kota Bontang, Asnawi, dalam laporannya menyampaikan kondisi kemampuan baca Al-Qur’an guru PAI di Kota Bontang menunjukkan hasil yang relatif lebih baik dibandingkan capaian nasional.
Dari pemetaan yang dilakukan, sebanyak 15 persen guru berada pada level pratama, 28 persen madya, dan 57 persen mahir.Kondisi tersebut berbanding dengan capaian nasional, di mana sekitar 11,30 persen guru berada pada level mahir, sementara lebih dari separuh berada pada level pratama. Bahkan, sekitar 27,51 persen memerlukan intervensi khusus.
Menurut Wali Kota, kondisi tersebut menjadi dasar perlunya langkah konkret untuk memastikan peningkatan kemampuan literasi Al-Qur’an di kalangan guru maupun siswa.
Melalui program NGALIR, Pemkot Bontang mendorong pelaksanaan tahsin secara rutin bagi guru PAI yang akan dievaluasi setiap semester melalui rapor peningkatan mutu baca Al-Qur’an.
Sementara bagi siswa, program ini menghadirkan tambahan pembelajaran mengaji minimal empat kali dalam sepekan, dengan pendampingan guru mengaji dari luar sekolah.
Pemkot Bontang juga memberikan dukungan dana untuk menunjang operasional guru pendamping agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal.
Ke depan, pelaksanaan NGALIR akan diperkuat melalui sosialisasi dan pembentukan tim koordinasi dari tingkat kota hingga satuan pendidikan.
Monitoring dan evaluasi juga dilakukan secara berkala melalui asesmen internal tahunan maupun semesteran.
Pemkot Bontang menargetkan, dalam satu hingga empat tahun ke depan, seluruh guru PAI dan siswa kelas VI SD di Kota Bontang mampu membaca Al-Qur’an dengan mahir dan fasih.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang M. Hamzah menyambut baik peluncuran Program NGALIR.
Ia menilai program tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat kemampuan literasi Al-Qur’an di lingkungan pendidikan Kota Bontang.Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Agama, kepala sekolah, guru, hingga orang tua.
Melalui kolaborasi tersebut, NGALIR diharapkan mampu memperkuat literasi Al-Qur’an sekaligus membentuk generasi Bontang yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.(Ril/kn)
