PT PERMINAS Sosialisasi Tahap Eksplorasi Tambang LTJ di Desa Botteng 6Titik Sukses di Bor

MAMUJU, Kolomnews-PT Perminas PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau PERMINAS, sosialisasi tahap Eksplorasi tambang Logam Tanah Jarang (LTJ) di Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Dalam sosialisasi terasbut terungkap saat ini pihak PT PERMINAS sudah sukses mengebor 6 titik di lokasi yang dieksplorasi.

“Saat ini sudah ada ini titik yang sukses di bor kedalamannya sekitar 45 meter. 6 titik yang sukses di bor tersebut semuanya berasa di Desa Botteng,” ungkap Direktur PT PERMINAS La Ode Tarvin Jaya, saat diwawancarai wartawan media ini usai menggelar sosialisasi di Lapangan Sepak Bola Desa Botteng yang dihadiri ratusan warga desa

La Ode Tarvin Jaya, menambahkan, eksplorasi yang dilakukan PERMINAS di Mamuju ini soal LTJ merupakan eksplorasi yang pertama dilakukan di Indonesia. Ada beberapa informasi yang belum sampai hal itu merupakan kewajiban PERMINAS untuk mensosialisasikan.

“Untuk tahap eksplorasi yang dilakukan di Desa Botteng ini dukungan masyarakat sangat positif. Makanya selama eksplorasi digelar kini sudah ada 6 titik yang sukses di bor,” jelasnya.

Untuk eksplorasi yang dilakukan oleh pihak PERMINAS di Mamuju ini ijin yang diberikan Kementrian ESDM selama 8 tahun.

“Kami pihak PERMINAS berupaya untuk mempercepat proses eksplorasi ini. Diharapkan pada tahun 2017 akan datang eksplorasi ini dapat dirampungkan. Dengan rampungnya tahap eksplorasi maka tahap selanjutnya dapat dilanjutkan. Diupayakan untuk dipercepat karena LTJ ini sangat dibutuhkan,” bebernya.

Luas lahan yang akan di eksplorasi oleh pihak PT PERMINAS di Desa Botteng sekitar 100 hektar. Lahan di 100 hektar tersebut akan di bor untuk diketahui kandungan LTJ yang ada di Desa Botteng.

Lokasi yang di eksplorasi oleh pihak PT PERMINAS di Desa Botteng diupayakan jauh dari pemukiman warga. Lokasi yang di eksplorasi bukan pemukiman warga.

“Selama dilangsungkan eksplorasi pihak PT PERMINAS tidak akan melakukan relokasi. Lokasi yang di eksplorasi merupakan lahan warga yang tidak ada pemukiman,” ujarnya.

Untuk lahan warga yang dijadikan lokasi eksplorasi pihak PT PERMINAS akan melakukan ganti untung. Semua sumber daya masyarakat desa akan dimanfaatkan untuk melakukan eksplorasi.

“Model ganti untung tersebut berupa kompensasi.Dalam kompensasi itu ada tiga model yakni tapak bor, akses berupa jalan masuk dan terkhir tanam tumbuh. Semua masyarakat sudah menyepakati. Selain itu pihak PT PERMINAS juga mempekerjakan masyarakat lokal dalam tahap eksplorasi tersebut,” tuturnya.

Lahan warga yang sudah di bor oleh pihak PT PERMINAS selama dilangsungkan eksplorasi lahan tersebut akan kembali ditutup. Lobang bor tersebut bukan hanya di tutup dengan tanah tapi lobang bor tersebut di cor.

“Ijin eksplorasi yang didapat oleh pihak PT PERMINAS sekitar 3000 hektar lahan yang baru di eksplorasi saat ini nari sekitar 100 hektar,” tutup Dirut PT PERMINAS.

Kades Botteng, Muhammad Nasir T, proses sosialisasi yang digelar oleh PT PERMINAS soal eksplorasi Tambang LTJ di Desa Botteng, pihak PT PERMINAS hanya sebagai pendana. Untuk panitia dalam giat sosialisasi ini merupakan pihak Tokoh Masyarakat Desa Botteng, Tokoh Pemuda Desa Botteng dan Tokoh ada Desa Botteng.

“Sekitar 80 persen masyarakat Desa Botteng menyambut positif kehadiran Tambang LTJ di Desa Botteng. Ada beberapa persen masyarakat Desa Botteng yang belum sepakat namun jumlahnya tidak seberapa,” ujar Kades Botteng.

Lebih jauh Kades Botteng menjelaskan, saat ini masyarakat belum menerima ganti rugi lahan. Dalam tahap eksplorasi ini masyarakat masih sebatas diberdayakan dalam proses eksplorasi tersebut.

“Masyarakat Desa Botteng saat ini masih dipekerjakan secara berkelompok. Setiap kelompok akan diberdayakan selama 10 hari. Selama diberdayakan dalam tahap eksplorasi ini masyarakat diberi upah perhari, ” jelas Muhammad Nasir pada wartawan.(SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *