Yogyakarta (02/12/2022) KOLOMNEWS.COM – Bendung, Semin, Gunungkidul dan Pengasih, Kulon Progo menjadi sasaran program Lumbung Mataram Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. Bersumber dari Dana Keistimewaan, kedua daerah ini menjadi sasaran untuk mewujudkan Desa Mandiri Pangan, guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya.

Kepala DPKP DIY Sugeng Purwanto menjelaskan, Program Lumbung Mataram didasari dari budaya lama yaitu penyediaan pangan masyarakat. Dahulu masyarakat menyimpan padi saat panen raya dan akan dikeluarkan untuk mencukupi kebutuhan saat paceklik. Berangkat dari sini, Lumbung Mataram diciptakan.

Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) pada program Lumbung Mataram seluas 2000 m2. Memang terbilang kecil namun tetap berjalan sebagai awal untuk kemandirian pangan. “Dengan tanah 20000 m2, Lumbung Mataram sudah masif dilakukan. Artinya dalam 2000 m2 masyarakat dapat hidup dari berbagai macam tanaman. Dulu ada Lumbung Hidup, Apotek Hidup, kemudian Warung Hidup. Konsepnya sebenarnya itu,” jelas Sugeng pada Kamis (01/12) di Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menurut Sugeng akan meresmikan Lumbung Mataram di Bendung, Semin pada Kamis (08/12) mendatang. Memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) seluas 1,5 H, Desa Bendung membangun agrowisata dan wahana edukasi pertanian dan peternakan. Ini ditujukan bagi petani milenial agar tertarik dengan konsep pertanian modern saat ini.

Sugeng menjelaskan, saat ini Lumbung Mataram memang dikolaborasikan dengan pariwisata, dielaborasikan dengan home industry dan pengembangan UMKM. Sesuai dengan arahan Sri Sultan untuk memaksimalkan TKD, maka Sugeng pun berupaya mengawinkan program Lumbung Mataram ini dengan pemanfaatan TKD. Ada paket lengkap yang ada di dalam Lumbung Mataram, tidak hanya edukasi dan wisata saja, namun sampai ke ranak pemasaaran yang digawangi UMKM. Sehingga kemandirian benar-benar terwujud.

“Ada pameran di situ agar banyak wisata yang datang untuk belanja. Sekaligus edukasinya ada untuk percontohan berbagai tanaman, ternak kambing, termasuk pembuatan pupuk, aplikasinya, dan lain-lain. Jadi konsepnya memang dibuat seperti itu,” kata Sugeng.

Sugeng menuturkan, perhatian Sri Sultan untuk program ini memang tidak main-main. Selain kunjungan langsung untuk meresmikan Lumbung Mataram ini, nantinya juga ada dialog dengan petani. Sri Sultan juga sekaligus akan meresmikan papan Penanda Keistimewaan. Selain itu ada juga kunjungan ke pabrik pupuk.

Menariknya, pabrik pupuk yang akan dikunjungi ini memang sudah lama dipantau oleh Sri Sultan. Gubernur DIY ini disebut pernah memerintahkan Sumiantoro, kepada pemilik pabrik pupuk tersebut untuk magang di Jepang. Sumiantoro menurut Sugeng kemudian pulang mempraktekkan ilmunya untuk memanfaatkan kotoran kelelawar yang banyak terdapat di gua-gua menjadi pupuk organik. Hasil produksinya bahkan sudah dinikmati oleh daerah-daerah lain di luar DIY dengan rutin mendistribusikan puluhan ton per bulannya.

“Nah yang seperti ini adalah yang kami ingin galakkan untuk Lumbung Mataram. Jadi lumbung itu konsepnya sekarang lebih luas. Tapi core nya tetap pemenuhan kebutuhan pangan, peningkatan gaya hidup masyarakat petani, peningkatan atau penambahan pendapatan,” papar Sugeng.

Hal yang paling penting menurutnya adalah merubah image dan mindset milenial untuk menghidupkan dunia pertanian di daerahnya. Milenial tidak perlu memilih untuk meninggalkan desanya demi pekerjaan, karena mereka bangga untuk menggeluti dunia pertanian. Pun dengan pemilik lahan. Tidak perlu mengalihfungsikan lahan untuk karena bertani bisa tetap cantik, keren, dan tetap bisa menjadi miliarder.

“Memaksimalkan generasi milenial di sekitar adalah tujuan kita. Core utama kami ada 3, Ketahanan Pangan hingga Mandiri Pangan wilayahnya, peningkatan potensi baru, dan peningkatan potensi milenial. Sedang basik sektornya adalah pendidikan ke arah wisata, ke arah pengembangan UKM, dan Koperasi. Saya sudah menyediakan raw material yang kemudian nanti bisa dielaborasi, dioptimalkan oleh bidang sektor dinas di manapun,” jelas Sugeng.

Pada 2023 nanti, dengan keberhasilan Desa Bendung ini, DPKP DIY akan mereplika di lima lokasi, dua lokasi di Bantul, satu lokasi di kulon Progo, satu lokasi di Gunung Kidul, dan satu lagi di Sleman. Apabila replika sudah berhasil dilakukan, akan dilanjutkan dengan replika-replika selanjutnya sehingga kemandirian pangan di DIY terwujud dengan masif.

Sumber : Humas Pemda DIY

Pewarta : GiE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *