Warung Angkringan Setia Hati: Menghangatkan Malam di Selatan Terminal Giwangan, Yogyakarta

Yogyakarta, kolomnews.com – Terletak di Jalan Imogiri Timur No. 224, tepat di selatan Terminal Giwangan, Yogyakarta, Warung Angkringan Setia Hati menjadi tempat favorit bagi warga lokal dan wisatawan untuk menikmati suasana malam yang hangat dan bersahabat. Dengan lampu temaram dan aroma sedap makanan tradisional, warung ini menawarkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Sejarah dan Filosofi
Warung Angkringan Setia Hati didirikan oleh Pak Wahyu, seorang pengusaha lokal yang memiliki visi untuk melestarikan budaya kuliner Jawa melalui angkringan. Nama “Setia Hati” dipilih sebagai simbol kesetiaan dan ketulusan hati dalam melayani pelanggan. Dengan semangat ini, Pak Wahyu dan keluarganya berusaha memberikan pelayanan terbaik dan makanan berkualitas kepada setiap pengunjung.

Menu Andalan
Salah satu daya tarik utama dari Warung Angkringan Setia Hati adalah variasi menu yang ditawarkan. Mulai dari nasi kucing, sate usus, sate telur puyuh, hingga wedang jahe, semua tersedia dengan harga yang terjangkau. Menu khas seperti nasi kucing, yang merupakan nasi dengan porsi kecil disertai lauk sederhana, menjadi favorit para pelanggan. Selain itu, sate-satean yang dibakar langsung di tempat menambah keunikan dan cita rasa khas yang sulit dilupakan.

Tempat Berkumpul
Warung ini bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga menjadi tempat berkumpul bagi berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, pekerja, hingga wisatawan, semua bisa merasakan kehangatan dan keramahtamahan di Warung Angkringan Setia Hati. Suasana santai dengan meja dan kursi kayu yang sederhana, serta alunan musik tradisional, menciptakan atmosfer yang nyaman dan mengundang.

Dukungan Terhadap Komunitas Lokal
Pak Wahyu juga dikenal aktif mendukung komunitas lokal. Setiap minggu, Warung Angkringan Setia Hati sering menjadi tuan rumah bagi acara komunitas, seperti diskusi budaya, pertunjukan musik akustik, dan bazar produk lokal. Hal ini tidak hanya menarik lebih banyak pengunjung, tetapi juga membantu mempromosikan produk kuliner lokal.


Jurnalis :Budi Salasto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *