Yogyakarta, KOLOMNEWS.COM – Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi hingga saat ini berupa erupsi efusif. Menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sampai saat ini Status Aktivitas Gunung Merapi ditetapkan pada level III atau SIAGA.

BPPTKG menyebut pada periode pengamatan Jum’at, (26/11/2021) pukul 00.00-24.00 teramati telah terjadi 1 kali awanpanas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur 1.800 m serta guguran lava teramati sebanyak 110 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 m.

Selain itu pada periode pengamatan yang sama, BPPTKG menyebut intensitas kegempaan masih cukup tinggi. Berikut aktivitas vulkanik Gunung Merapi terkini menurut BPPTKG.

I. HASIL PENGAMATAN

Visual

Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah dantinggi 450 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada tanggal 19 November 2021 pukul 05.10 WIB.Pada tanggal 20 November 2021 terjadi 1 kali awanpanas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur 1.800 m. Guguran lava teramati sebanyak 110 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 m.

Kegempaan

Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi mencatat 1 kali gempa Awanpanas Guguran (AP), 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 2 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 70 kali gempa Fase Banyak (MP), 938 kali gempa Guguran (RF), 89 kali gempa Hembusan (DG), dan 1 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi.

Deformasi

Jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.030,627 m hingga 4.030,633 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.845,226 m hingga 3.845,242 m. Baseline GPS Klatakan – Plawangan berkisar pada 6.164,05 m hingga 6.164,06 m. Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 0,2 cm/hari.

Hujan dan Lahar

Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan G. Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 50 mm/jam selama 210 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 23 November 2021. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.


II. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:

  1. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “SIAGA”.
  2. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektorTenggara–Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Rekomendasi

Kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:

  • Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya – upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi G. Merapi yang terjadi saat ini.
  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
  • Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
  • Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
  • Pelaku wisata direkomendasikan untuk tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dr puncak G. Merapi.
  • Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Pewarta : Muh. Sanusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *