Gunungkidul,kolomnews.com –┬áBupati H.Sunaryanta mengundang puluhan kelompok tani, distributor, dan kios penyalur pupuk bersubsidi di ruang rapat Handayani, Senin(20/9).

Dalam kesempatan ini hadir juga Asisten II Siti Isnaini Dekoningrum, SH, Kepala dinas pertanian yang di wakili Sekretaris dinas serta produsen pupuk Pusri dan Petrokimia.

Rapat koordinasi tersebut untuk menyelaraskan sistem distribusi dan kesiapan stok dari para penyedia pupuk bersubsidi agar petani dapat menerima pupuk dengan tepat ,baik tepat jenis, tepawaktu, tepat harga, tepat jumlah, tepat dosis dan tepat sasaran.
Mengingat pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan yang pengadaan dan penyaluranya mendapat subsidi dari pemerintah.

Masih adanya kendala yang di hadapi harapannya dengan koordinasi ini dapat berjalan dengan baik dan terjadi kesepahaman penyaluran pupuk bersubsidi antara penyalur pupuk dan kelompok tani sehingga distribusi pupuk lancar dan penyerapan pupuk bersubsidi meningkat.

Dalam hal penyaluran pupuk ini telah di atur melalui Peraturan Menteri Pertanian no 49 tahun 2020 tentang alokasi dan Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian TA 2021 dan Peraturan Menteri Petdagangan no 15 tahun 2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.

Sebagai upaya kontrol distribusi pupuk bersubsidi juga telah di bentuk satgas yang akan memantau terus sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam pendistribusian dan penyaluran kepada petani.

Hal lain untuk memberikan kemudahan dalam serapan pupuk juga telah diberikan kemudahan bagi petani sesuai eRDKK dengan membeli langsung tanpa menggunakan kartu tani.

Bupati H.Sunaryanta dalam arahanya mengatakan menjelang musim tanam perlu disiapkan segalanya termasuk dalam penyiapan pupuk bersubsidi, sehingga kebutuhan petani akan pupuk dapat terpenuhi dengan baik, dan tidak perlu ada kekawatiran kekurangan pupuk karena pemerintah telah menambah kuotanya.
“Dalam hal ini polres dan kejaksaan tolong untuk ikut mengawal pendistribusian pupuk bersubsidi dapat berjalan baik dan lancar” ungkap Bupati

Untuk memenuhi kebutuhan pupuk Gunungkidul, pemerintah daerah menambah kuota menjadi 18.000 ton urea dan 11.000 ton Petrokimia.
Sementara sesuai data dinas pertanian distribusi pupuk sampai tanggal 20 September 2021 untuk urea telah disalurkan 4.067 ton atau 27% dari alokasi; pupuk NPK disalurkan 3.400 ton atau 50% dari alokasi; SP36 tersalur 206 ton atau 19% dari alokasi; ZA tersalur 73,5 ton atau 11% dari alokasi. Stok di Gudang PUSRI terdapat 1.130 ton urea.

Sumber : Pemkab Gunungkidul

Pewarta : Gie R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *