Jakarta, KOLOMNEWS COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Upah Minimum Provinsi sudah saatnya naik pada tahun depan. Sebab, pada 3 tahun belakangan pekerja sudah berjuang dan memiliki ketahanan yang tinggi dalam menghadapi upah yang tidak naik signifikan.

“Ingat, kenaikan upah ini yang pertama dari 3 tahun, tidak terjadi dalam 2 tahun terakhir. Sehingga tentunya ini sudah waktunya,” kata Airlangga dalam Kompas100 CEO Forum ke-13 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jum’at (2/12/2022),

Oleh karena itu, dia meminta pengusaha untuk mengompensasi kenaikan upah melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi.

Pemerintah, kata Airlangga, telah merespons kondisi perekonomian global dengan berbagai kebijakan secara terukur dan penuh kehati-hatian. Diantaranya dengan melakukan restrukturisasi kredit bagi UMKM, penyesuaian tingkat upah pekerja, serta melanjutkan reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja.

Terkait inflasi, Airlangga menerangkan meski kondisinya sempat dipicu oleh kenaikan harga BBM di bulan September lalu, namun relatif telah terkendali dan turun menjadi 5,42 persen di bulan November 2022. Tingkat inflasi Indonesia juga terhitung lebih baik dari banyak negara lainnya seperti United Kingdom (11,1%), Uni Eropa (10%), dan Amerika Serikat (7,7%).

“Artinya dengan tantangan yang sama, Indonesia bisa mengelola lebih baik angka-angka tersebut, walaupun di Indonesia kenaikan harga energi “dibeli” oleh Pemerintah. Yang di past through ke publik itu terbatas,” ujar Airlangga dalam kesempatan tersebut.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap mampu mencatatkan kinerja impresif hingga triwulan III-2022 yakni sebesar 5,72 persen (yoy) atau 1,81 persen (qtq). Kondisi ini ditunjang dengan pulihnya berbagai sektor utama serta kinerja leading indicators, baik konsumsi maupun produksi, yang masih tumbuh positif dan lebih baik dibanding beberapa negara lain.

Pewarta: Muh Sanusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *