KOLOMNEWS.COM-Lagi dan lagi, kuliner yang cukup terkenal di jagat maya berasal dari kota Yogyakarta. Jogja merupakan surga bagi para pelancong kuliner yang kualitas rasanya sudah tidak bisa diragukan lagi. Bukan hanya kualitas rasanya saja yang membuatnya begitu dikenal, melainkan juga dari keunikan tersendiri yang ditampilkan dari masing-masing warungnya.

Keunikan inilah yang membuatnya begitu dirindukan dari para wisatawan yang datang. Berbagai jenis olahan makanan dan minuman tentunya bisa Anda pilih sesuai dengan selera di berbagai warung yang ada di Yogyakarta.

Salah satu kuliner yang wajib Anda coba ketika berkunjung ke Yogyakarta adalah bakmi shibitsu. Sekilas jika melihat dari namanya, tentu Anda akan berpikir bahwa bakmi ini akan menampilkan cita rasa masakan Jepang.

Awal Mula Shibitsu

Dalam setiap penamaan warung makan atau apapun tentunya memiliki filosofi dan ceritanya masing-masing. Hal ini juga berlaku bagi bakmi yang satu ini. Nama shibitsu sendiri ternyata diambil dari kelezatan bakmi yang dihadirkan sehingga mampu membuat siapapun yang menikmatinya menjadi terdiam membisu.

Hal inilah yang membuat awal mula nama shibitsu muncul. Untuk menemukan warung ini juga cukup mudah. Dimana jika Anda berangkat dari pojok Beteng Kulon, maka Anda tinggal berjalan ke arah Selatan sekitar 500 meter jauhnya.

Setelah sampai, Anda akan melihat begitu banyak orang yang mengantri untuk mendapatkan bakmi shibitsu ini. Warung ini dibuka pada tengah malam sehingga sering dikenal sebagai kuliner malam Jogja yang menggugah selera.

Sebaiknya, Anda datang kesini pukul 10 malam untuk menunggu warung buka. Sehingga Anda pun tidak akan mengantri terlalu lama untuk bisa merasakan enaknya olahan bakmi ini.

Varian Bakmi

Nah, varian bakmi yang ditawarkan disini hanya 2, yakni bakmi kuning dan bakmi putih (bihun). Namun, meski hanya dua menu bakmi yang ditawarkan, tapi rasanya sangatlah juara. Anda pun bisa memilih bakmi goreng atau bakmi kuah yang mana rasanya sama-sama enak.

Selain bakmi, ternyata di warung ini juga menyediakan menu nasi yang bisa dipesan dengan varian nasi goreng atau magelangan. Magelangan sendiri merupakan bakmi shibitsu yang penyajiannya dicampur dengan nasi. Apakah Anda penasaran dengan bagaimana rasanya?

Selain makanan, warung ini tentunya juga menyediakan minuman untuk menutup makan Anda dengan lebih lengkap. Salah satu minuman yang dihadirkan di warung ini adalah teh panas gula batu yang begitu wasgitel (wangi, sepet, legi, kentel) atau yang dalam bahasa Indonesianya adalah harum, asam, manis, dan kental. Tidak hanya itu, ada juga jenis minuman lain yang bisa Anda coba di warung ini, yakni wedang tape.

Namun, warung bakmi shibitsu ini tidak menyediakan es bagi Anda yang ingin menikmati minuman dingin. Jadi, Anda hanya bisa memesan minuman dengan rasa hangat atau panas saja. Keunikan dari warung ini adalah ketika waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, maka Anda sebagai pembeli pun harus lebih bersabar.

Hal ini dikarenakan banyak sekali pengunjung yang sering tertukar nomor antrian dikarenakan yang melayani tidak banyak bicara atau berbicara seperlunya saja. Oleh karena itu, sebaiknya Anda dengar dengan betul angka yang disebutkan oleh pelayan warung agar tidak tertinggal dari panggilan antriannya.

Menu yang disajikan dari warung ini juga tidak jauh berbeda dengan bakmi jawa pada umumnya. Dimana bakmi shibitsu ini terbuat dari bahan standar dengan topping berupa suwiran ayam yang merupakan ayam kampung dan telur yang menjadikan bakmi ini begitu istimewa.

Untuk bisa merasakan kelezatan dari bakmi ini, maka Anda pun perlu membutuhkan perjuangan panjang. Terlebih jika kondisi warung sedang ramai, bahkan satu jam Anda menunggu pun belum tentu pesanan Anda selesai.

Namun, inilah salah satu ciri khas dari kuliner malam di Jogja. Dimana Anda bisa saling bercengkerama dengan orang lain di sela-sela waktu menunggu pesanan Anda datang.

Demikianlah informasi yang bisa Anda dapatkan seputar bakmi shibitsu yang ada di Yogyakarta ini. Kuliner malam Jogja memang sangat menggoda untuk dicoba ketika sedang berlibur kesana. Semoga penjelasan ini bermanfaat untuk menambah referensi kuliner Anda di Jogja, ya!

Sumber : DINPAR DIY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *