Samigaluh,kolomnews.com – FGD (Focus Group Discussion) dengan tema Kajian Pemanfaatan Teknologi Digital Guna Mempromosikan Potensi Desa Wisata yang merupakan program dari Kementrian Desa, dilaksanakan di Kantor Balai Desa Ngargosari, Samigaluh, Kulon Progo yang juga dilaksanakan secara virtual menggunakan video confrence oleh anggota Kementrian Desa Pusat pada, Minggu (13/9/2021).

Dalam laporan panitia pelaksana disebutkan bahwa dasar pelaksanaan FGD adalah dari keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 2020 tentang Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 15 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata kerja Kementrian Desa PDTT, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementrian Desa PDTT satuan kerja Badan Pengembangan dan Informasi Nomor 13 Tahun Anggaran 2021, dan Surat tugas Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Kementrian Desa PDTT Nomor 74/KP.05.01/2021 Tanggal 7 September 2021.

Kegiatan FGD ini bertujuan untuk mendapatkan arah pengembangan Desa Wisata pada kawasan jalur bedah Menoreh, menyempurnakan pola manajemen pengelolaan Desa Wisata dari parsial ke kawasan wisata terpadu kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), dan membantu menyempurnakan master plan Desa Wisata Ngargosari sebagai pusat kawasan strategis wisata / rest area wisata.

Melalui sambutannya Kepala Desa Ngargosari Muhadi, SE mengatakan “dengan FGD ini kami harapkan dapat menyempurnakan masterplan kami karena masterplan kami belum sempurna, kami masih selalu berkoordinasi, berkerjasama dengan pihak-pihak lain” tuturnya.

Muhadi menambahkan terkait penjelasannya jika masterplan kawasan Desa Wisata Ngargosari sudah sempurna, maka hal tersebut akan dibuat Peraturan Desa (Perdes) dengan target pembuatan Perdes yang akan selesai pada bulan Oktober 2021.

Diharapkan dengan adanya Perdes tersebut seluruh aspek pariwisata, ekonomi, hingga infrastukrur di Kapanewon Samigaluh dapat berkembang lebih maju lagi. Muhadi optimis bahwa pariwisata di wilayah Samigaluh tidak hanya dikenal di Indonesia, namun juga di kancah Internasional.

Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo mengatakan bahwa FGD ini akan memberikan manfaat khususnya bagi Desa Ngargosari, karena akan memberikan manfaat jangka panjang untuk pembangunan pariwisata kedepan “ini akan menjadi sesuatu yang sangat komprehensif sehingga pembangunan itu adalah pembangunan kedepan bukan hanya berpikir pada hari ini tapi untuk waktu-waktu selanjutnya, tentu kami sangat mendukung dan mengapresiasi”terangnya.

Menurut sutedjo, keberadaan Desa Wisata membutuhkan sebuah kerjasama dari semua pihak baik dari tingkat desa itu sendiri dan tingkat-tingkat diatasnya, “kami berharap nanti di tingkat Desa atau Kalurahan Ngargosari ini juga tidak lepas dari hal-hal semacam itu untuk bisa melakukan kolaborasi, Koordinasi, dan Integrasi dari berbagai pihak sehingga nanti mampu mencapai akselerasi pembangunan Kepariwisataan di Desa atau Kalurahan Ngargosari,”imbuhnya.

Sutedjo juga mengharapkan dengan berkembangnya Desa Wisata di Desa Ngargosari dapat menciptakan pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada pelaksanaan FGD tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo, Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Kementrian Desa PDTT (Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi) yang diwakili oleh Ir. Sukandar, MM, Koordinator Bidang Ekonomi dan Investasi Desa PDTT, Anggota DPRD kulon Progo Drs. Suharto, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito, S.Sn, M.A., Panewu Samigaluh Ridwan Usman, SH, MM, Kapolsek dan Danramil Samigaluh, Ketua DPD GIPI D.I (Gabungan Pariwisata Indonesia Yogyakarta), dan PJ Lurah Ngargosari Muhadi, SE. MC.Kab.Kulon Progo/humas/rizky

Sumber : Pemkab Kulon Progo

Pewarta : Gie R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *