Yogyakarta,kolomnews.com – Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memaparkan inovasi Kota Yogya pada tahapan penilaian gelaran Innovative Government Award (IGA) 2021.

IGA merupakan kegiatan tahunan yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kemendagri.

Kegiatan ini digelar untuk memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang dipandang telah melakukan inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Presentasi inovasi daerah yang dilakukan oleh kepala daerah merupakan tahap ketiga dari seluruh tahapan penilaian IGA.

Pada kesempatan tersebut, Wawali mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya memiliki aplikasi unggulan yakni Jogja Smart Service (JSS), aplikasi ini menaungi seluruh inovasi digital di Pemkot Yogyakarta. 

“JSS ini ibarat Balaikota di dunia maya. Sejak dilaunching tanggal 7 Juni 2018, total ada 176 layanan hingga saat ini dan akan terus bertambah dengan konsep single ID, single window, single sign on,” ujarnya di ruang Yudhistira, Balaikota Yogyakarta, Rabu (24/11/2021). 

Hingga saat ini JSS telah digunakan oleh lebih dari 82.949 pengguna, baik itu warga kota Yogyakarta maupun warga non kota Yogyakarta.

Heroe juga memaparkan, pada tahun 2019 – 2020, terdapat 92 inovasi yang berhasil dilaporkan kepada Kemendagri melalui sistem Innovative Government Award (IGA). 92 inovasi tersebut sudah dalam tahap penerapan.

“Inovasi tersebut terbagi menjadi tiga bagian, yakni inovasi digital, inovasi non digital, dan inovasi teknologi,” katanya. 

Inovasi digital ini, jelasnya, yaitu inovasi yang berupa aplikasi online. Misalnya aplikasi nglarisi, Sistem Registrasi Online (SIREGOL) Pengujian Kendaraan Bermotor, Cek Poin Jogja, Inovasi digital ini berjumlah 10 inovasi. 

“Sementara untuk Inovasi non digital, yaitu inovasi yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara manual. Misalnya mobile posyandu, enam bulan pemeriksaan total (embun kristal), dan Gerakan Kampung Panca Tertib,. Inovasi Non digital ini berjumlah 34 inovasi,” jelasnya. 

Dan inovasi teknologi, yaitu inovasi yeng menggunakan bantuan berupa komputer, telepon, dan sebagainya. Misalnya Inovasi Warsimah, Manten Anyar Entuk Telu (Mantul), dan Taman Pintar Sciensation Virtual Tour. Inovasi teknologi ini berjumlah 48 inovasi. 

Pada kesempatan tersebut orang nomor dua di Kota Yogya ini juga membeberkan berbagai inovasi yang sangat membantu masyarakat di masa pandemi, seperti aplikasi nglarisi, print from home, serat layon, dan konsultasi belajar siswa online. 

“Nglarisi ini sebagai alat bantu untuk kelompok UMK berbasis kampung atau komunitas dalam memasarkan produk kuliner berupa snack dan nasi ke dalam lingkungan pemerintah Kota Yogyakarta,” bebernya. 

Dengan adanya sistem ini, lanjutnya, dapat membantu masyarakat terutama kelompok-kelompok kuliner untuk tetap berdaya sehingga dapat bertahan di masa pandemi ini.

Sementara print from home adalah layanan perizinan dan non perizinan secara online melalui portal perizinan online atau melalui JSS dengan tidak terbatas ruang dan waktu. 

“Jadi mulai dari pembuatan akun sampai dengan pencetakan produk layanan dilakukan secara mandiri oleh pemohon, sehingga pemohon tidak perlu melakukan kunjungan ke gerai pelayanan publik,” katanya. 

Serat layon adalah percepatan layanan penerbitan akta kematian bagi penduduk kota Yogyakarta yang meninggal, dan penyerahan langsung saat prosesi pemberangkatan jenazah.

“Tingginya angka kematian karena covid-19 dan pembatasan mobilitas menjadi kendala bagi masyarakat untuk mengurus akta kematian. Dengan adanya inovasi ini, pelayanan pengurusan akta kematian menjadi efektif dan efisien,” jelasnya.

Konsultasi belajar siswa (kbs) online adalah inovasi untuk membantu siswa SD dan SMP dalam memahami pembelajaran di sekolah.

“Di masa pandemi, kbs online dikembangkan dari platform website menjadi platform yang lebih interaktif yaitu zoom meeting dan live streaming youtube. Para siswa dapat bertanya langsung kepada narasumber dan materi pembelajaran dapat direview kapanpun dan dimanapun,” ujarnya.

Sumber : Pemkot Yogyakarta

Pewarta : Gie R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *