Yoyyakarta, kolomnews.com – Tak banyak komunitas sosial yang konsisten menjalankan kegiatannya. Namun, Komunitas Palamarta (Kasih Sayang), terus bergerak untuk membagikan rezeki berupa nasi kotak kepada panti asuhan yatim dan kaum duafa, rutin minimal setiap hari jum’at.

Bertempat di kediaman Ardiansyah atau yang lebih dikenal dengan sebutan MR. PARKID yang beralamat di Jl. Keparakan Kidul MG I/1129 i RT 54 RW 13 Yogyakarta. Setiap Jumat para sukarelawan mempersiapkan‎ nasi kotak untuk dibagikan .

” Awalnya bersedekah pasca kesembuhan anak saya di tahun 2018, tapi lama kelamaan saya ingin membuat suatu kegiatan sosial lanjutan. Cari donatur melalui teman, broadcast di medsos, lalu menyebar hingga sekarang, setiap Jumat rutin kita gelar bagi nasi kotak di kota Yogyakarta,” ucap MR. PARKID salah satu pendiri Komunitas Sosial Palamarta, kepada kolomnews.com.

Persiapan nasi kotak sendiri dimulai sejak Kamis, saat para volunteer belanja kebutuhan masakan di pasar tradisional Giwangan. Pada Jumat subuh, dari pukul 03.00 WIB para volunter mulai memasak menu nasi kotak. Paginya, mereka mulai mem-packing menu makanan ke kotak nasi.

Sebelum berbelanja, mereka membuka rekening untuk penyaluran donasi, mulai dari Sabtu hingga Rabu. Jika sumbangan masuk pada Kamis, maka akan diakumulasikan untuk dana belanja minggu selanjutnya. Satu kotak nasi sendiri dipatok sebesar Rp 13 ribu.

Dalam seminggu, Komunitas Palamarta bisa membagikan antara 100 – 500 nasi kotak, jumlah ini pun tergantung dari hasil dana yang terkumpul.

Selain menu makanan yang dibelanjakan, ada bahan makanan yang langsung diantarkan para donatur, ‎baik itu bahan makanan seperti beras, telur, minyak goreng, mie dan tempe.

Sumbangan tersebut berasal dari donatur pribadi dan para pengusaha dermawan dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Banjarmasin dan Lampung, apalagi sejak pandemi Covid 19 banyak yang bersedekah.

” Setiap hari, menu yang kita sajikan berbeda-beda, seperti Nasi Kebuli, Nasi Kuning, Nasi Uduk dan lauk utamanya tetap ayam, karena tidak semua orang bisa menikmati menu tersebut yang lebih familiar dikalangan menengah atas,” ujar MR. PARKID.

Nasi kotak yang dibagikan khusus ditujukan untuk ke panti asuhan yatim, masyarakat kurang mampu, seperti pengemis, tukang jual koran, tukang becak, penjaga makam, hingga rumah tahfiz penghafal Alquran. (Ardhi Al Ertha).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *