Yogyakarta,kolomnews.com – Kelompok Tani (Klomtan) Dewasa Loh Jinawi  Kelurahan Tegalrejo RT 20 RW 06 melakukan panen sayur kangkung sebanyak 38 Kilogram (Kg) dan terong 3,5 Kg dari hasil budidaya pertanian perkotaan. Ini merupakan panen yang keempat kalinya. Hasil panen dijual kembali dan dibagikan untuk warga yang menjalani isolasi  mandiri (isoman).

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Eny Sulistyowati, Selasa, (27/7) di Kelurahan Tegalrejo.
“ Alhamdulillah untuk bulan ini kita panen kangkung sebanyak 38 Kilogram. Selain itu kita juga panen terong seberat 3,5 kilogram,” ungkap Eni Sulistyowati.

Eny mengatakan, dulunya tempat tersebut merupakan wilayah yang kumuh, namun dengan kesepakatan warga disulap menjadi kawasan pertanian perkotaan. “ Lingkungan di sana memang rata-rata menengah kebawah, makanya saat diadakan panen seperti saat ini laris manis dan sangat bermanfaat untuk mereka,” jelasnya.

Tak hanya bermanfaat bagi warganya namun bermanfaat juga bagi warga yang terdampak virus Covid-19, dimana ada beberapa warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri diberikan secara gratis hasil panen tersebut.
“ Sebagian dibagikan ke warga sekitarnya, untuk diberikan bantuan kepada warga yang isoman, sisanya dijual untuk pembelian bibit penanaman selanjutnya,” ujar Eni.

Sementara itu, Mantri Kemantren Tegalrejo Agus Antariksa mengungkapkan, ini merupakan salah satu upaya bersama dalam menurunkan kasus stunting. “ Adanya pendampingan dan pembimbing di setiap wilayah menjadikan kegiatan kelompok tani berjalan dengan baik dan berkembang. Sampai saat ini sudah 17 kelompok tani yang ada. Semoga di wilayah lainnya termotivasi memiliki pertanian di perkotaan seperti tegalrejo,”
Agus berharap, ke depannya warga Tegalrejo memiliki inovasi roadmap atau planning kedepannya agar pertanian ini bisa bertahan lama dan pemasarannya jangka panjang.

 “ Pertanian ini bisa dijadikan makanan yang bisa diawetkan atau dikeringkan kemudian dijual dalam bentuk lain. Misalnya anggur sudah bisa dibuat semacam selai dan beberapa minuman yang masa kadaluarsanya lama, ini memiliki kadar ekonomis,” tambahnya. 

Sumber : Pemkot Yogyakarta

Pewarta : Gie R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *