Yogyakarta,kolomnews.com – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta sejak 2017 melalui dana keistimewaan melakukan inisiasi penyediaan pangan dan gizi melalui konsep Lumbung Mataraman. Program Lumbung Mataraman merupakan lumbung pangan hidup berbasis rumah tangga. Dalam pengembangannya diharapkan bisa menjadi lumbung desa yang mampu mendukung ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan DIY.

“Betapa hebat leluhur kita, di mana Mataram pernah menjadi food estate yang mensejahterakan seluruh masyarakatnya. Pola Mataram pada masa lalu mengenal konsep pola pertanian CLS (Crop, Life, Stock System) yang mengintegrasikan cocok tanam dengan ternak pada abad 17,” ungkap Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X membacakan sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

KGPAA Paku Alam X menghadiri sekaligus membuka secara langsung Festival Lumbung Mataraman pada Rabu (24/11). Turut hadir pada acara pembukaan adalah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Ir. Sugeng Purwanto, M.M.A, Asisten Bidang ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah DIY, Kepala Kantor Perwakilan Pusat di Daerah, Direktur Perwakilan Perbankan, dan Kepala Dinas Lingkup Pertanian se-DIY.

Festival Lumbung Mataraman tahun 2021 dilaksanakan di halaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini berlangsung selama dua hari mulai tanggal 24-25 November 2021.  Festival Lumbung Mataraman digelar sebagai bentuk ekspose kegiatan Lumbung Mataraman yang telah dilaksanakan di 4 (empat) Kabupaten dan 1 (satu) Kota di DIY dalam bentuk pameran dan bazaar.

Lumbung Mataraman merupakan ikon pertanian berbasis pemanfaatan pekarangan yang dikembangkan di DIY melalui Dana Keistimewaan Urusan Kebudayaan, dengan filosofi “Nandur Opo Sing Dipangan, Mangan Opo Sing Ditandur”. “Tentunya secara berkelanjutan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan selalu menyediakan diri sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Mengkondisikan pengamanan pangan di DIY,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Ir. Sugeng Purwanto, M.M.A.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY telah menumbuhkan Lumbung Mataraman di 4 Kabupaten dan 1 Kota sejak tahun 2017. Kemudian mulai tahun 2020 dan seterusnya, penumbuhan Lumbung Mataraman dilaksanakan oleh masing-masing Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota. Setelah 2 tahun, kini jumlah Lumbung Mataraman meningkat menjadi 51 lokasi.

“Selain melalui Lumbung Mataraman sebagian bentuk kemandirian pangan di  masyarakat melalui upaya peningkatan aksesibilitas pangan telah ditumbuhkan Toko Tani Indonesia di 253 lokasi serta 1 Toko Tani Indonesia Sentral yang berada di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY,” ujar Sugeng. Untuk menumbuhkan dan meningkatkan konsumsi aneka pangan olahan berbasis pangan lokal Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan DIY juga menumbuhkan Gerai Pangan Lokal sebagai pusat informasi pangan lokal di DIY. Sedangkan untuk menjamin pangan lokal segar dari tumbuhan yang aman dikonsumsi dibentuk lembaga Sertifikasi Produk berupa Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah (OKKPD).

Festival Lumbung Mataraman diikuti oleh pameran dan bazaar yang diikuti oleh 20 kelompok Lumbung Mataraman, 3 Kelompok Wanita Tani olahan pangan lokal, Asosiasi Pasar Tani, BULOG, LIPI, BPTP, Toko Tani Indonesia Center, OKKPD dan Gerai Pangan Lokal. Pada hari pertama Festival Lumbung Mataraman juga dilakukan penyerahan secara simbolik hadiah Lumbung Mataraman Duta Pangan Lokal, Hibah Sarana dan Prasarana serta Sertifikat Keamanan Pangan. Hari kedua akan dilaksanakan talkshow dan dialog interaktif dengan tema “Lumbung Mataraman Wujud Kemandirian Pangan di Era Pandemi” dengan narasumber Ir. Jaka Widada, M.P.,Ph.D (Dekan Fakultas Pertanian UGM) dan GKR. Mangkubumi (Ketua Kadin DIY). Acara ini juga disiarkan secara daring melaui Youtube DPKP DIY.

Sumber : HUMAS DIY

Pewarta : Gie R


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *