Gunungkidul,kolomnews.com – Di masa pandemi ini, pertanian menjadi salah satu sektor yang perkembangannya membaik dan positif bagi perekonomian di Kabupaten Gunungkidul. Salah satunya tanaman holticultura. Perkembangan budidaya tanaman hortikultura terutama semangka, melon,cabe, bawang merahn cukup pesat di Kabupaten Gunungkidul. Pada siang ini, Kelompok tresno tani panen raya dan launching tanaman holticultura di Dusun Cikal,Watusigar ,Kapanewon Ngawen. 

Kelompok Tresno Tani yang berdiri sejak 10 tahun lalu ini setiap bulannya bisa mendapatkan hasil/panen buah melon sebanyak 150 ton, kacang panjang 100kg/hari, buncis 40kg/hari dan tanaman holticultura lainnya. Panen tersebut kemudian didistribusikan ke Jakarta, Semarang, dan berbagai wilayah di Indonesia. Adapun benih yang digunakan untuk menanam melon yaitu benih pradana, benih unggul asli indonesia yang memiliki kelebihan produksi tinggi tahan penyakit dan jamur serta toleransi virus rasa manis. Kelebihan dari tanaman holticultura sendiri adalah hasil panennya lebih cepat, dalam kurun waktu hanya 1 bulan kelompok tresno tani bisa panen semangka dan melon. 

Pada kegiatan ini, orang nomor satu di Gunungkidul didampingi Kepala OPD Kabupaten Gunungkidul hadir langsung untuk melaunching tanaman holticultura di Kelpompok Tresno Tani. Kehadiran Bupati disambut sangat baik oleh masyarakat setempat. Pada acara tersebut juga, Bupati secara simbolis panen raya dengan memetik buah melon yang berada di lahan pertanian kelompk tresno tani. 

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa harapannya kedepan tanaman holticultura di Gunungkidul menjadi embrio untuk wilayah-wilayah lain. 

“Sy kepengen meluangkan waktu khususnya petani tanaman holticurtural,saya berharap kedepannya tidak hanya menjadi agrowisata tapi juga menjadi embrio tanaman holticultura ,sebelum disini saya meninjau 2 lokasi yaitu tempat produksi pupuk,  pupuk di gunungkidul mendapat cukup besar sebanyak 18ribu ton dan 11ribu ton bukan jenis urea, nah ini tugas disperindag untuk bagaimana cara mendistribusikannya, dan ada lagi yang tidak bersubsisidi sebanyak 270 ton, monggo kelompok petani segera berkoordinasi dengan distributor” ungkapnya

Bupati juga menambahkan bahwa ada 1 hal yang ingin disampaikan yaitu tentang budidaya vanili.

“Budidaya Vanili memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, pasar vanili cukup besar, nah ini bisa kita budidayakan di Gunungkidul, Konsep besar di gunungkidul adalah pariwisata tapi menurun semenjak pandemi dan kita bisa bertahan dari komunitas pertanian perkebunan” tambahnya

Dalam kesempatan ini, Panewu Ngawen juga menyampaikan bahwa petani di dusun Cikal sudah sangat maju.

“petani disini sudah memikirkan untung dan rugi, dikawal dari bpp dinas pertanian dimana dari awal sudah diperhitungkan RABnya,nanti akan panen berapa hasil dan untungnya berapa, mudah2an bisa menjadi agrowisata” ungkapnya

Direktur BMT Dana Insani Kurniawan Fahmi yang sekaligus inisiator kelompok tresno tani tanaman holticultura ini menyampaikan bahwa kedepan harapannya desa cikal bisa menjadi desa agrowisata. 

“Kami hadir untuk menginisiasi bisakah kampung cikal menjadi destinasi wisata kampung horti ,jadi yaudah kita dampingi kita kasih modal, jadi nanti kampung ini tujuan akhir kita menjadikan destinasi wisata kampung horticultura” ungkapnya

Pemukulan gong oleh Bupati Gunungkidul menjadi simbol telah resminya Dusun Cikal menjadi Dusun Holticultura. 

Dalam kesempatan tersebut, Orang nomor satu di Gunungkidul yang dikenal sangat mengayomi masyarakatnya tak lupa menyapa dan berfoto bersama warga setempat. 

Sumber : Pemkab Gunungkidul

Pewarta : Gie R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *