KOLOMNEWS.COM – Ratusan massa dari berbagai Ormas Islam dan Komunitas Muslim tumpah ruah di Titik Nol Kilometer Yogyakarta menyampaikan aspirasi atas penghinaan kepada Nabi Muhammad Saw oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Ustadz Syukri Fadholi dalam orasinya menegaskan bahwa Umat Islam sangat mencintai Nabi Muhammad Saw, karenanya tidak terima jika Nabi Agung itu di lecehkan.

” Umat Islam sangat mencintai dan meneladani Rasulullah Muhammad Saw,umat Islam tidak terima jika Nabi Agung itu di lecehkan,dan wajib kita tentang dan bela” demikian ustadz Sukri Fadholi dalam orasinya yang penuh semangat.

Masih dalam orasinya Ustadz Sukri Fadholi menegaskan bahwa kita harus boikot produk Perancis, meminta kepada Presiden untuk protes keras dan memimpin langsung perlawanan pelecehan kepada Nabi Muhammad Saw.

” Kita harus boikot produk Perancis,dan meminta kepada Presiden untuk memimpin langsung protes keras atas pelecehan ini” tegas Syukri Fadholi.

Umat Islam adalah warga negara yang sangat mencintai agama, negara turut serta menjaga Pancasila dan UUD 1945,jadi tidak perlu di ragukan patriotismenya.

” Umat Islam sangat mencintai agama negara dan turut serta menjaga Pancasila dan UUD 1945, jadi tidak di ragukan lagi patriotismenya” demikian ustadz Sukri Fadholi mengakhiri orasinya.

Orasi di lanjutkan dari beberapa ustad dan tokoh masyarakat yang turut hadir di antaranya adalah ustad Umar Said, Ustadz Anand dan beberapa tokoh yang turut serta memberikan semangat kepada umat yang hadir.

Salah satu peserta aksi yang di temui awak media menuturkan bahwa keikutsertaan dalam aksi ini semata karena cinta kepada Nabi Muhammad Saw, Agama dan Bangsa Indonesia.

” Inilah wujud cinta kami kepada Nabi Agung Muhammad Saw,cinta kami kepada Islam dan Bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim tentu tidak terima Nabinya di lecehkan” Tuturnya.

Acara berjalan dengan tertib, baik dan lancar dengan teriakan Takbir dan Spanduk yang bertebaran berisi ungkapan Cinta kepada Nabi Muhammad Saw dan kecaman terhadap Emmanuel Macron.

Reporter : Gie Rahardjo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *