BONTANG,kolomnews – Pemkot Bontang terus mendorong penguatan budaya literasi masyarakat melalui kegiatan Out of the Boox – Gebyar Literasi Bontang 2026.
Kegiatan yang digelar di Perpustakaan Daerah Kota Bontang, Jumat (9/10/2026), dibuka langsung oleh Staf Ahli BKPSDM, Lukman.
Gebyar Literasi Bontang 2026 mendorong masyarakat untuk gemar membaca dan berpengetahuan, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan buku, penulis, penerbit dan serta berbagai komunitas literasi.
Kegiatan ini juga digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota Bontang yang dibacakan saat pembukaan, menysmpaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pameran atau bazar buku, melainkan bagian dari upaya nyata membangun budaya membaca, berpikir kritis, berkreasi, dan berbagi pengetahuan.
Ada lebih dari 100 penerbit, jutaan koleksi buku, serta beragam promosi menarik, yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut.
Ruang ini juga menjadikan masyarakat untuk mengenal lebih dekat dunia literasi melalui keterlibatan penulis dan komunitas.
Di tengah derasnya arus informasi pada era digital, literasi dinilai semakin penting, tidak hanya dalam kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga dalam memahami informasi, memilah berita, serta menangkal hoaks dan disinformasi.
Pemerintah Kota Bontang turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dunia usaha, penerbit, media, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.
Selain menumbuhkan minat baca, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi penulis lokal, pendongeng, seniman, kreator, dan peneliti untuk menunjukkan karya serta mengembangkan potensi mereka.
Melalui Gebyar Literasi Bontang 2026, masyarakat diharapkan semakin menjadikan membaca dan belajar sepanjang hayat sebagai kebiasaan sehari-hari. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang belajar, berdiskusi, dan merancang masa depan. (ril/kn)
