SAMARINDA,kolomnews- Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan bertajuk “Coding, AI, dan Pembelajaran Mendalam Berbasis KBC: Bermain, Berpikir, Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas guru-guru Raudhatul Athfal dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Ada empat nara sumber yang hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu Siti Djulaikah M.Pd (Kementerian Agama), Mujahidah, S.Ag., S.Psi., M.Psi (Anggota Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI yang juga dosen di UIN Samarinda), H. Ahmad Zaky S.Kom., MT (Dosen IKIP PGRI Kaltim), dan Muhammad Yahya, M.Kom (Ketua SLCC PGRI Kaltim)
Ketua panitia, Drs. Ruslan, M.Pd. dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan diikuti oleh 100 guru yang berasal dari 34 lembaga pendidikan Raudhatul Athfal di Kota Samarinda.
Kegiatan ini juga sebagai bentuk sinergi antara MUI Kalimantan Timur, PGRI Kaltim, IGRA, Persatuan Guru Kementerian Agama (PGKA), dan Kementerian Agama Kota Samarinda. Tujuannya dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam mengintegrasikan coding dan kecerdasan artifisial (AI) dengan pembelajaran mendalam yang berlandaskan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta mengembangkan strategi pembelajaran yang kreatif melalui aktivitas bermain, berpikir, dan berkarya.
Diharapkan, kegiatan tersebut dapat mendorong terciptanya pembelajaran yang inovatif, bermakna, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga mampu mempersiapkan peserta didik menjadi generasi yang kreatif, kritis, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui kegiatan ini, Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kalimantan Timur berharap para guru Raudhatul Athfal di Kota Samarinda memiliki kesiapan menghadapi perubahan paradigma pendidikan yang semakin berbasis digital. Penguasaan coding dan Artificial Intelligence diharapkan pula menjadi bekal penting dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen MUI Kalimantan Timur bersama PGRI Kalimantan Timur, IGRA Kota Samarinda, dan Persatuan Guru Kementerian Agama (PGKA), dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi pendidik. Sinergi antara organisasi keagamaan dan organisasi profesi guru diharapkan mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga kokoh dalam pembentukan karakter, akhlak, dan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.(ril/kn)
