Festival Film Akhir Pekan 2026, Dispar Kaltim Dorong Kreatifitas Seniman

SAMARINDA,kolomnews- Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur menggelar Ruang Akhir Pekan yang dirangkai dengan Lomba Video Vlog dan Fotografi Ekonomi Kreatif (Ekraf) serta Festival Film Akhir Pekan 2026 di Temindung Creative Hub, eks Bandara Temindung Samarinda, Jumat (27/8) malam.

Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, Festival Film Akhir Pekan 2026 mengangkat tema “Merayakan Cerita, Menghubungkan Sinema.”

Tema tersebut,ujarnya memiliki makna penting dalam melihat film bukan sekadar sebagai karya yang selesai diproduksi dan ditayangkan.

“Film bukan hanya tentang sebuah karya yang selesai diproduksi dan kemudian ditayangkan. Film adalah cerita tentang manusia, tentang daerah, tentang pengalaman, tentang identitas, dan tentang cara kita melihat kehidupan,” ujar Faisal, dalam keterangan resminya, Jumat,(28/8).

Faisal menilai Kalimantan Timur memiliki begitu banyak cerita yang layak diangkat dan diperkenalkan secara lebih luas. Mulai dari kehidupan masyarakat, budaya, lingkungan, perjalanan kehidupan, hingga berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kaltim menyambut baik kehadiran Festival Film Akhir Pekan sebagai ruang yang mempertemukan para sineas, komunitas, penonton, akademisi, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam satu ruang kreatif.

“Festival ini juga tidak berhenti pada kompetisi dan apresiasi karya. Festival ini membuka ruang untuk diskusi, pemutaran film nonkompetisi, penguatan komunitas, hingga pertemuan dan jejaring yang dapat mendorong kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Faisal menegaskan, pembangunan ekosistem perfilman tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku industri kreatif, dunia pendidikan, dunia usaha, media, serta masyarakat sebagai penonton.

“Kami berharap Festival Film Akhir Pekan dapat menjadi salah satu ruang tumbuh bagi talenta-talenta perfilman Kalimantan Timur. Bukan hanya melahirkan karya yang baik, tetapi juga membangun jejaring, membuka peluang kolaborasi, serta memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan daerah,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh sineas dan peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, dan mendorong para pelaku kreatif untuk terus menghasilkan karya dan berani mengangkat cerita dari daerah sendiri.

“Teruslah berkarya, teruslah bercerita, dan jangan takut mengangkat cerita dari tempat kita sendiri. Karena terkadang, cerita yang paling dekat dengan kita justru memiliki makna yang paling jauh ketika dibagikan kepada dunia,” ujarnya.

Mantan Kepala Diskominfo Kaltim ini, berharap festival tersebut dapat menjadi ruang perjumpaan yang menghadirkan inspirasi, apresiasi, dialog, dan kolaborasi bagi perkembangan perfilman di Kalimantan Timur. (ril/kn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *