Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Mamuju, Api Dipicu Anak-anak Bermain Api

MAMUJU, Kolomnews- Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kali ini, kebakaran melanda lahan disekitar pemukiman milik warga di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Senin (24/8/2026).

Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari Lapangan Rangas, tepatnya di wilayah Rangas Timur, RT 1.

Lahan yang terbakar diketahui milik warga bernama Syawal. Luas area yang dilalap api diperkirakan kurang dari setengah hektare.

Api diduga berasal dari aktivitas sejumlah anak laki-laki yang bermain api sambil membakar sampah di sekitar lokasi.

Kepala Lingkungan Rangas Timur, Jamaludin, mengatakan api awalnya terlihat di sekitar area dekat rumah warga.

“Anak-anak main api. Namanya anak-anak, tidak tahu bagaimana. Apinya kemudian membesar,” kata Jamaludin saat diwawancarai di lokasi Kejadian

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas serta angin kencang membuat api dengan cepat menjalar dan membakar lahan di sekitarnya.

Warga yang melihat kobaran api kemudian berupaya melakukan penanganan awal dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.

Sebanyak lima unit kendaraan pemadam dan tangki air dikerahkan untuk menjinakkan api.

Masing-masing berasal dari Damkar dan Satpol PP Provinsi Sulawesi Barat, Damkar Kabupaten Mamuju, water tank TNI AD Mamuju, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Sulawesi Barat dan BPBD kabupaten Mamuju.

Petugas sempat mengalami kendala lantaran lokasi kebakaran berada di kawasan dengan kontur pegunungan. Medan yang terjal membuat proses pemadaman tidak mudah dilakukan 3 selang pipa di sambungkan untuk mencapai titik api yang ada di atas gunung

Namun, petugas bersama warga akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api dengan menyambungkan selang hingga ke bagian atas gunung.

Jamaludin mengingatkan agar anak-anak tidak bermain api, terlebih di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang yang dapat membuat api dengan mudah merembet. Kebakaran tersebut akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembet ke permukiman warga. (SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *