Gunungkidul,kolomnews.com – Kasus dugaan penipuan kembali terjadi di Gunungkidul, korbannya diketahui bernama Agus warga Kapanewon Wonosari. Pelaku yang diketahui adalah AN alias Cpt yang merupakan oknum wartawan salah satu dari media online. Agus mengaku bahwa ia menyerahkan uang sekitar Rp 20 juta kepada oknum wartawan melalui via Transfer dengan janji agar saudaranya dapat menjadi pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Gunungkidul.

Kejadian itu bermula saat Agus dan AN bertemu sekitar bulan April 2024 lalu. Oknum wartawan itu mengaku punya jaringan yang dapat meloloskan saudaranya sebagai pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Gunungkidul. “Katanya itu (AN) bisa masukkan karyawan ke suatu Instansi (PDAM) melalui jaringan yang dia punya” terangnya, Jumat (07/06/2024).

Sebagai kompensasi, AN beberapa kali meminta sejumlah uang kepada Agus agar saudaranya itu dapat lolos menjadi pegawai PDAM. Tergiur dengan iming-iming oknum wartawan tersebut dengan rasa percaya Agus pun kemudian memberikan sejumlah uang dengan total lebih dari Rp 20 Juta melalui via transfer. “Saya sudah berikan uang (kepada AN) secara bertahap melalui transfer, tidak pernah tunai. Ada yang Rp 6 juta, ada yang Rp 3 juta. Total Lebih dari Rp 20 juta. ” Jelasnya.

Kecurigaan Agus pun muncul ketika hingga awal bulan Juni 2024, saudaranya tersebut tak kunjung mendapat panggilan untuk bekerja di PDAM. “Tidak pernah mendapat Kabar panggilan kerja. Padahal bulan kemarin (Mei 2024) AN terakhir minta uang untuk membelikan seragam kantor buat anak saya sampai sekarang tidak ada kepastian.” Ungkapnya.

Korban pun sudah beberapa kali mencoba menghubungi Pelaku AN dengan mendatangi rumahnya namun tidak pernah bertemu, dan nomor ponselnya pun juga sudah tidak lagi aktif.Dari pengakuan Korban pelaku juga memiliki lebih dari satu nomor ponsel,tetapi nomor yang dihubungi sudah tidak aktif. Agus mengaku saat ini tengah mengumpulkan barang bukti untuk dapat membawa kasus ini ke jalur hukum.

Terpisah Direktur Umum PDAM Tirta Handayani, Sulistyo Aribowo saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menyampaikan jika di bulan Mei 2024 pihaknya memang melakukan perekrutan karyawan melalui perusahaan penyedia jasa tenaga kerja. “Kami penambahan karyawan outsorsing bulan Mei lewat pihak ketiga,” terangnya.

Dan secara teknis tahapan dalam perekrutan karyawan PDAM menurut Sulis, sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia jasa tenaga kerja. “Jadi kami (PDAM) tidak tahu proses perekrutannya seperti apa. Kami hanya tinggal menerima karyawan yang telah disediakan oleh pihak ketiga. Itupun semua karyawan baru saat ini sudah mulai masuk kerja,” Pungkasnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *