Bantul, kolomnews.com – Aziz memulai bisnis Angkringan sekira 2018 lalu. Bisnis kuliner lokal berbasis gerobak dengan brand “Angkringan Balap,” yang dilakoninya, sejak awal berlokasi menjorok ke sisi selatan Alun-Alun Paseban Bantul.

Alun-Alun Paseban merupakan area terbuka pusat kerumunan warga Bantul di sore hingga malam hari. Namun demikian, bagi Aziz tidak lantas jadi pertimbangan. Tampak dari banderol harga produk yang dijual di Angkringan Balap. Nyatanya tidak melulu sebagai fitur eksposure solusi ramah di kantong alias murah.

Aziz lebih memilih lokasi usaha angkringannya yang bertempat di sisi selatan Alun-Alun Paseban. Alasannya dekat dengan salah satu area parkir motor. Keberadaan Angkringan di pinggir jalan lalu dikemas apik agar memunculkan narasi yang membetot rasa penasaran para pengguna jalan. Hal ini justru menjadi magnet branding tersendiri, tatkala muatan deskriptif Angkringan Balap narasinya mudah dicerna lantaran unik.

Seabrek tugas yang ditopang Aziz, salah satunya menyulap traffic organik menjadi pembeli setia (loyal customer), sekilas tampak sulit. Tidak hanya menarik traffic. Sebagai Owner bisnis Angkringan, Aziz juga mengemban tugas lain. Ia wajib memberikan informasi terkini sembari merilis produk-produk keluaran terbaru sekaligus menawarkannya.

Jika ditilik jauh kebelakang lewat sejumlah ulasan atau review di Google Maps yang disampaikan pelanggan Angkringan Balap. Hal ini bakal meng-influence pembahasan. Di antara yang bisa dinukil ulang dari sejumlah ulasan yang lampau. Tergambar jelas, asa Aziz mengkonversi traffic organik menjadi loyal customer Angkringan Balap.

Soal produk dan layanan di Angkringan Balap dominan diulas hingga meng-attrack traffic yang berhasil ditarik. Tampak berasa saat para customer loyal Angkringan Balap otomatis turut mempromosikan produk dan layanannya. Lewat pengalaman terbaru ini, tercermin loyalitas pelanggan turut membagikan pengalaman uniknya. Di antaranya seperti di bawah ini:

Pemilik akun Lsch jr, menggambarkan atmosfer yang dimunculkan berupa kerumunan calon pembeli tampak ramai mengantre di Angkringan Balap padahal belum jam buka. lain, makanan yang dijual belum sepenuhnya tersaji.

“Makanan belum datang aja udah rame pada ngantri. Belum sempat cobain gorengannya. Lain kali bakal datang lagi karena menunya enak pedasss sederhana banyak pilihan sate-nya,” kata dia.

Pemilik akun Zamimotret, menyatakan takjub dengan secuil bagian terseru di Angkringan Balap.

“Angkringan paling top di Bantul, kayaknya. Bagian terserunya adalah war (berebut) gorengan. Wajib sih buat nyobain gorengannya, soalnya fresh, tebal, dan kuning enggak coklat,” ujar dia.

Pemilik akun Saskya Irma Zahrani, menginformasikan layanan customer servis yang fast respons.

“Untuk informasi dia [Angkringan Balap] buka apa nggak-nya bisa langsung via wa aja, adminnya fast response jawab buka apa nggak,” kata dia.

Pemilik akun Vinda Elpi Isnofita membagikan cerita dan tips praktis menikmati produk dan layanan di Angkringan Balap berkonsep prasmanan di atas gerobak.

“Sistem prasmanan, murah, pegawainya ramah, gorengan langsung dari wajan jadi masih anget.”

Ia juga membagikan cara mengorder. Pertama, ambil piring kosong. Kemudian ambil nasi, sate, dan gorengan. Kedua, pesan minum. Selanjutnya tunggu minumnya selesai dibuat lalu minumannya dibawa sendiri menuju tempat duduk yang diinginkan. Ketiga, bayarnya fleksibel. Ambil langsung bayar, boleh. Ambil bayar terakhir setelah makan, boleh.

“Waktu itu saya bayar terakhir saat sudah selesai makan. Kalau lupa tadi pesen apa aja bisa sate atau nasinya di foto tinggal kita liatin ke Mas-nya nanti biar Mas-nya yang hitung,” jelas dia.

Pemilik akun Faisal Hendra mengkisahkan pengalamannya selama menjadi pelanggan setia Angkringan Balap.

“Sampe-sampe tiap ke sini selalu tak foto makanan yg saya ambil biar pas bayar-bayar ga lupa apa yang udah diambil/dimakan,” terang dia.

Pemilik akun Choliq NF membagikan tips ke calon pembeli lengkap dengan harga produk yang dijual sebagai penanda bahwa Angkringan Balap merupakan salah satu angkringan yang pas di kantong walau keberadaannya menyatu dengan keramaian Alun-Alun Paseban. Sekaligus pilihan wajib bagi para pemburu sajian kuliner ala Angkringan.

“Kalau pengen liat menu yang masih lengkap jangan dateng terlalu malam,” tutur dia.

“Lokasi di pusat keramaian tapi harga masih standar angkringan pada umumnya: murah,” tandas dia.

Pemilik akun Mey Lina Hermayanti menyampaikan amatannya soal titik letak Angkringan Balap yang dari sisi lokasinya saja jarang terpikir layak ditonjolkan.

“Berada di area alun-alun Paseban Bantul di sisi selatan, ada di pinggir jalan dekat dengan area parkir kendaraan,” urai dia.

Pemilik akun Mahasti adityasari berkisah soal kedekatan yang erat terjalin bersama brand Angkringan Balap.

“Kaya namanya Angkringan “Balap” ambilnya balapan pelayananya juga balapan alias cepaaat. Balapan lagi kalo ambil gorengannya joosss,” ujar dia.

Asa Aziz menarik traffic organik ala “Angkringan Balap” menjadi loyal customer memang unik. Jika dirujuk kembali, Aziz melakukannya lewat beberapa cara, di antaranya:

1) Mengkonversi traffic dengan menyederhanakan jalan mereka

Menyederhanakan jalan mereka di sini, merujuk pada maksud yang bakal dituju. Yaitu memangkas kemungkinan-kemungkinan traffic yang telah berhasil ditarik bocor ke Angkringan lain (kompetitor). Hal ini, umum terjadi setelah kali pertama pembeli mengunjungi Angkringan Balap. Bisa jadi malah langsung pergi, tanpa mampir menjajal produk dan layanan ala Angkringan Balap. Bahkan, enggan menikmati atmosfer yang tercipta.

Nasi (Sego) Kucing menumpuk tinggi berjumlah 800 bungkus per hari ludes tak sampai malam. Berlauk gorengan fresh selagi hangat baru saja diangkat dari wajan. Sensasi berebut gorengan kian terasa bareng pembeli lain. Kesamaan rasa dominan takut kehabisan jadi atmosfer unik ritme keseharian di Angkringan Balap. Begitu pula, aneka sate-satean dan varian minuman es atau panas. Sangat komplit, bahkan hingga ke produk yang selama ini jarang ditemui di Angkringan lain, hanya tersedia di Angkringan Balap.

Menyederhanakan jalan juga merujuk pada suatu hal yang bisa dilakukan. Semisal men-display produk andalan Angkringan Balap, yakni Sego Kucing bertopping aneka sambal tertumpuk tinggi memenuhi gerobak. Membuat pemotor, pemobil, dan pejalan kaki yang melintas dipenuhi rasa penasaran.

Pembeli diberikan keleluasaan untuk memilih banyak opsi pembayaran agar dapat menyelesaikannya secara cepat. Kolaborasi bareng pembeli mampu memicu perilaku kreatif. Semisal, men-foto produk melalui gawai pribadi pembeli sebelum menikmatinya. Sehingga tidak lagi mengandalkan ingatan yang berujung di antara sesama pengantre terpapar rasa kesal kelamaan menunggu.

2) Men-deskripsi produk dan layanan bernarasi unik

Tatkala pemilik bisnis Angkringan seperti Aziz dihadapkan dengan suatu tantangan menjual produk dan layanan Angkringan menggunakan sebuah gerobak secara offline, maka tugas Aziz sebagai penjual (seller) tidak hanya cakap berjualan. Akan tetapi, dia harus merangkap sebagai seorang pencerita (story teller) yang baik.

Sebab, dia hanya memiliki beberapa menit bahkan hitungan detik meraup calon pembeli sebelum berubah pikiran. Lalu pergi meninggalkan Angkringannya. Aziz pun perlu menjaga ketertarikan calon pembeli dan memperbesar peluang calon pelanggan membeli produk tambahan. Tentu dengan cara men-deskripsikan produk dan layanan Angkringan bermuatan kreatif.

Narasi unik yang menggigit berkesempatan pula meng-highlight produk yang dijual. Sekaligus menerangkan personal brand pemilik bisnis yang hendak dibangun. Guna mencapainya, pemilik bisnis seperti Aziz perlu membuat customer berimajinasi sedang menggunakan produk yang dijual.

Kreatifitas pemilik usaha memudahkan pula calon customer mencerna narasi. Ketika pemilik men-deskripsi produk dan layanannya, Aziz fokus pada satu hal, yaitu merubah fitur yang dimiliki menjadi cuan. Lantas, bagaimana produk yang dmiliki Angkringan Balap dapat menyelesaikan masalah yang biasa ditemui calon pembeli Angkringan.

3) Membuat calon pembeli merasa penting untuk membeli secepatnya

Mungkin alasan jadwal kerja yang padat atau sedang sibuk mengurus rumah yang tak ada habisnya menjadi alasan kuat sebagian orang menunda pembelian mereka. Inilah yang mendasari pijakan pemilik bisnis perlu membuat calon pembeli segera menyelesaikan pembelian sekaligus membayar secepatnya. Muatan yang ampuh menjadikan calon pembeli segera melakukan pembelian adalah salah satu cara mengkonversi traffic menjadi pelanggan.

Dengan customer service, pemilik Angkringan Balap dapat langsung memberikan informasi dan penawaran yang cepat menghasilkan konversi. Pemilik dapat menawarkan layanan online chatting pada layanan customer-nya. Dengan sebelumnya menampilkan nomor WhatsApp. Melalui channel ini pemilik bisnis bisa lansung meyakinkan calon pembeli untuk melakukan pembelian.

4) Keseruan pelanggan mencatatkan pengalaman di Google Maps jadi hal baru tanpa diminta.

Sebagai pemilik bisnis Angkringan seperti Aziz, tentunya perlu kreatif memanfaatkan berbagai alternatif cara untuk mencegah calon pembeli meninggalkan layanan bisnisnya. Selain empat cara yang telah dilalui Aziz. Bisa juga dengan meninggal kesan positif, semisal mencatatkan pengalaman di Google Maps. Pengalaman baru ini secara otomatis sulit ditolak ketika calon customer akan meninggalkan Angkringan Balap.

Ini adalah cara mengkonversi traffic yang efektif untuk memberikan calon pembeli sebuah perasaan berpikir ulang. Apalagi jika catatan yang ditampilkan Google Maps juga menawarkan pengalaman baru dan membekas saat pertama kali mencicipi sajian layanan ala Angkringan Balap.

Atau menerima masukan pelanggan soal ide bisnis ke depan. Hal ini setidaknya perlu didengar oleh pengelola bisnis. Sangat spesial tanpa merasa ide-idenya dikoleksi. Berkat tidak dibubuhi embel-embel yang mengharuskan pengelola bisnis memberi reward ke calon pembeli pemilik ide terbaik. Berbagai ide membangun yang berhasil dihimpun, nantinya bisa dimanfaatkan sebagai knowledge manajemen. Para pengusul ide bisnis pun perlu dikelola sebagai target re-marketing.

5) Traffic yang berhasil ditarik kian loyal pada bisnis anda

Faktor pemicu traffic yang berhasil ditarik akhirnya melakukan pembelian, salah satunya didorong nilai kepercayaan pada brand Angkringan Balap. Informasi yang jelas dan customer service yang handal dapat memberikan rasa aman saat pembeli bertransaksi. Raihlah kepercayaan itu agar memberikan rasa aman. Manifestasi atas kepercayaan pembeli terhadap brand, otomatis pula mengkonversi traffic menjadi pelanggan setia.

Video keramaian Angkringan Balap dapat di lihat di link YouTube Sedulur Nyeni TV :

Muh Sanusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *