Bantul, kolomnews.com – Pada area tersibuk dengan traffic cukup padat ruas jalan penyangga menuju Kota Jogja itu kerap pula para pengendara harus berbagi dengan kendaraan berat yang melintas keluar masuk Pabrik Gula Madukismo, Kasihan, Bantul. Di ruas jalan itu, tepatnya tidak jauh dari lampu merah perempatan Ring Road Madukismo, terdapat sebuah warung sederhana yang telah menjadi legenda kuliner berumur hampir dua dekade. “Rujak Cingur Surabaya Bu Thamrin,” nama yang telah menggetarkan lidah para pecinta kuliner sejak kehadirannya pada 2006 lalu. Tidak hanya menawarkan seporsi makanan sehat yang menggugah selera, tetapi juga Petis dan Cungur Sapi hingga irisan buah seperti nanas serta bengkoang yang bercampur dengan irisan sayur berlumur bumbu kacang siap dilahap nikmat. Sajian tersebut berjuluk Kuliner Lokal Nusantara “Rujak Cingur Surabaya.”

Menjejakkan kaki di warung Rujak Cingur Surabaya Bu Thamrin seperti melakukan perjalanan melintasi ruang dan waktu. Dengan aroma Bumbu Kacang, Petis, dan olahan Cungur Sapi yang merayap dari cobek batu berukuran besar, pengunjung disambut oleh kehangatan dan keramahan yang menjadi ciri khas warung ini. Di balik meja kayu yang bersih terpampang jelas beberapa bahan dasar yang siap memanjakan lidah. Mulai dari Petis, Gula Jawa, olahan Cungur Sapi dipotong kecil, rebusan sayur hijau, potongan buah siap rajang, ketimun, cabe rawit, hingga ketupat siap bercampur menjadi satu dengan Bumbu Kacang membentuk seporsi Rujak Cingur Surabaya tersaji dalam isian piring yang melimpah ditemani krupuk udang.

Namun, keistimewaan Rujak Cingur Bu Thamrin tidak berhenti di situ. Di samping Rujak Cingur dengan bumbu kacang yang gurih lengkap dengan khazanah kuliner lokal asli Jawa Timur berupa petis yang meresap, lengkap dengan potongan Cungur Sapi dan irisan buah segar, para pelanggan setia Rujak Cingur Surabaya Bu Thamrin tak akan pindah ke lain hati meski seporsinya dibanderol Rp22.000,-. Setiap gigitan adalah sebuah petualangan rasa yang memikat.

Tak hanya tentang rasa, Rujak Cingur Surabaya Bu Thamrin juga merangkul sejarah dalam setiap porsi yang disajikan. Sejak berdiri pada tahun 2006, warung ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat lokal, menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa dan cerita yang melintas. Setiap suapan Rujak Cingur adalah sebuah nostalgia akan masa lalu yang tetap hidup dalam setiap bumbu lokal dan bahan baku khas Jawa Timur yang digunakan.

Bagi para pelanggan setia dan pengunjung yang baru pertama kali mencicipi kelezatan Rujak Cingur Surabaya Bu Thamrin, kunjungan ke warung ini adalah petualang rasa melintasi ruang dan waktu menyimpan kekangenan atas suatu romantisme masa lalu.

Muh Sanusi

Suasana Warung Bu Thamrin dapat di lihat di sini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *