Yogyakarta, kolomnews.com – Front Mahasiswa Bersuara Yogyakarta (FMB-Y) melakukan diskusi rutin pada hari jum’at, 17 Mei 2024 yang bertempat di Kopi Sinau Yogyakarta. Pada kesempatan ini FMB-Y melakukan diskusi guna menyoroti Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait pelaksanaan Undang Undang Kesehatan No 17 tahun 2023.

“Menolak adalah hal yang harus kita lakukan, karena Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pelaksanaan undang undang kesehatan bagian pengamanan zat aditif yang dalam hal ini adalah rokok dan tembakau tentu akan merugikan petani tembakau dan pekerja di sektor pertembakauan” ungkap Yogi (Koordinator FMB-Y)

Yogi mengatakan bahwa ada beberapa hal yang mendasari dalam penolakan RPP tersebut. Dari mulai masalah tentang pelarangan menjual rokok secara terbuka yang secara logika tidak logis, karena rokok merupakan produk legal. Selanjutnya, larangan tentang iklan terhadap kegiatan sosial keagamaan. Dilanjutkan dengan adanya rekomendasi untuk dilakukan alih tanam tembakau ke komoditas lain. Pada hal ini dialami oleh petani di beberapa daerah, seperti temanggung, madura, jember, dan beberapa daerah lainnya.

Satu hal lagi yang mendasari penolakan tersebut yaitu terdapat rekomendasi penurunan standar tar dalam rokok. “Jika ini terjadi, maka akan muncul larangan larangan lain, seperti larangan membeli tembakau lokal, karena kadar tar pada tembakau lokal cukup tinggi. Sehingga akan terjadi impor tembakau secara besar besaran untuk memenuhi kebutuhan produksi industri rokok, dan tentunya impor tembakau ini akan menyebabkan kerugian tersendiri bagi petani tembakau dan pekerja di sektor pertembakauan. Setelah itu tentu akan muncul masalah masalah lainnya.” Lanjut Yogi

Maka dari itu, FMB-Y menyatakan bahwasannya pemerintah harus mempertimbangkan dampak akibat larangan dan retriksi yang terdapat dalam draft RPP. Hal ini dikarenakan tembakau selain sebagai produk legal, dianggap memiliki peran strategis guna mendukung perekonomian nasional.

Kontributor : Agam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *